5 Tips Cara Mengatasi Rambut Rontok Berlebihan

Rambut yang terlihat indah dan sehat dapat menunjang penampilan seorang perempuan.

Makanya, tidak salah jika kita merasa khawatir saat menemukan banyak helai rambut yang rontok atau tercabut saat menyisir.

Cara Mengatasi Rambut Rontok

Cara Mengatasi Rambut Rontok

Masalah rambut rontok atau dikenal dengan istilah alopecia dalam bahasa medis, bisa dialami oleh siapa saja. Namun umumnya lebih banyak dialami oleh mereka yang berusia 30 sampai 40 tahun an.

Banyak faktor yang bisa menjadi penyebab masalah rambut rontok, diantaranya seperti polusi, paparan sinar matahari, diet ketat, perubahan hormonal seperti kehamilan, dan adanya gangguan kesehatan.

Namun, ditemukan jika sebagian besar masalah kerontokan rambut disebabkan karena perubahan hormon di dalam tubuh, terutama yang dialami oleh perempuan setelah melahirkan.

Khusus untuk anda yang mengalami masalah tersebut, anda bisa membaca artikel cara mengatasi rambut rontok setelah melahirkan.

Sebenarnya, secara normal setiap hari kita akan kehilangan sekitar 50 sampai 100 rambut setiap harinya.

Sejumlah rambut tersebut akan rontok dan tergantikan oleh rambut baru.

Proses rontok dan tumbuhnya rambut tergantung pada fase pertumbuhan rambut yang dimiliki oleh seseorang, dan tidak sama waktu prosesnya pada masing-masing orang.

Yang kemudian dikategorikan sebagai masalah adalah saat pertumbuhan rambut menjadi lambat sehingga rambut terlihat semakin menipis. Atau, bisa juga jumlah helai rambut yang rontok jauh lebih banyak dari helai rambut baru yang tumbuh.

Masalah rambut rontok tersebut merupakan masalah yang harus diatasi. Karena jika tidak, bukan tidak mungkin akan menyebabkan anda kehilangan lebih banyak helai rambut dan mengalami kebotakan.

Baca juga,



Beberapa tindakan medis ataupun cara tradisional bisa menjadi solusi masalah anda. Namun untuk membantu mempercepat penyembuhan masalah rambut rontok, berikut beberapa tips yang bisa anda ikuti

  1. Hindari mengikat rambut terlalu kencang, tarikan dari ikatan rambut yang kencang bisa menyebabkan rambut tercabut

  2. Gunakan sisir dengan gigi jarang, dan hindari menyisisr saat rambut dalam kondisi basah

  3. Kurangi pemakaian alat yang menggunakan panas untuk menata rambut, seperti pengeriting, pelurus, dan pengering

  4. Saat anda mengalami masalah rambut rontok, sebaiknya hindari sementara penggunaan bahan kimia seperti pewarna rambut.

  5. Bukan hanya dari luar, perawatan rambut pun bisa dilakukan dari dalam, dengan cara mencukupi kebutuhan gizi dari makanan yang kita konsumsi.

Masalah rambut rontok tidak jarang bisa menyebabkan stres bagi mereka yang mengalaminya.

Segera berkonsultasi dengan dokter jika anda mengalami masalah rambut rontok yang lama atau tidak segera sembuh.

Karena masalah rambut rontok juga bisa saja merupakan tanda dari gangguan kesehatan yang dialami oleh tubuh kita.
Share:

Tips Menghindari Efek Samping Cream Pemutih Wajah

Penggunaan produk cream wajah, seperti cream pemutih wajah, seharusnya tentu memberikan hasil yang baik untuk kulit wajah kita, seperti membuat kulit lebih sehat, dan terlihat lebih putih cerah.

Namun, ada kalanya penggunaan cream pemutih justru berdampak kurang baik, atau menimbulkan beragam gangguan kesehatan di kulit wajah.

Silahkan baca, mengapa ada peringatan hindari penggunaan produk kosmetik pada area mata ?.

Menghindari Efek Samping Cream Pemutih Wajah

Efek Samping Cream Pemutih Wajah

Efek samping yang ditimbulkan oleh cream pemutih wajah tidak akan sama pada setiap individu pemakainya, tergantung pada kondisi kulit dari si pemakainya itu sendiri.

Bahkan juga mungkin terjadi dalam jangka waktu yang berbeda. Ada orang yang mengalami efek segera setelah menggunakan produk berbahan tertentu, serta ada pula yang mengalami efeknya setelah penggunaan jangka panjang.

Namun, secara garis besar, masalah pada kulit yang disebabkan oleh produk cream wajah bisa dibagi menjadi dua faktor penyebab, yaitu

  1. Gangguan Dermatitis Kontak Terhadap Produk Cream Wajah

  2. Efek samping ditimbulkan karena paparan langsung dari bahan didalam cream pemutih yang bisa menyebabkan kerusakan kulit, seperti kulit melepuh, terasa gatal, iritasi, dan terasa perih.

  3. Alergi Karena Reaksi Sistem Imun Terhadap Bahan Cream Wajah

  4. Bahan-bahan tertentu didalam cream wajah bisa dideteksi sebagai zat berbahaya oleh sistem imun tubuh, sehingga sistem imun kemudian merangsang reaksi perlindungan diri dengan respon yang kita kenal dengan istilah alergi.

    Efek yang umum terlihat adalah perubahan warna kulit menjadi terlihat kemerahan, terasa gatal, dan bengkak yang umumnya terlihat di area bibir, kelopak mata, telinga, atau di sebagian area wajah.

Baca juga, lakukan ini saat anda mengalami gatal alergi, dan tips mengatasi timbulnya jerawat pasca penggunaan produk wajah

Pada sebagian kasus, pengguna cream wajah bisa mengalami salah satu atau bahkan kombinasi dari 2 jenis efek samping di atas, alergi dan iritasi. Umumnya, penyebab dari reaksi tersebut adalah kandungan bahan pewangi atau pengawet di dalam produk cream wajah.

Bahkan bukan hanya cream wajah saja, produk shampoo, sabun wajah, produk makeup, serum wajah, dan tabir surya (baca, tips menggunakan tabir surya), juga bisa memicu reaksi alergi atau iritasi. Sehingga terkadang sulit untuk menentukan produk mana yang menyebabkan efek samping perubahan pada kondisi kulit wajah kita.

Sebenarnya, reaksi yang ditimbulkan oleh produk cream perawatan wajah hanya bersifat sementara, dengan catatan telah dipastikan jika produk tersebut benar-benar menggunakan komposisi yang aman, tanpa kandungan zat berbahaya seperti mercury atau hydroquinone.

Namun, jika yang anda dapatkan adalah reaksi alergi atau iritasi yang terjadi secara terus-menerus, mungkin ada baiknya anda menghentikan penggunaan produk wajah yang anda gunakan.

Atau, untuk lebih meyakinkan anda dari aman atau tidaknya produk cream pemutih wajah yang anda gunakan, anda bisa mengkonsultasikan jenis bahan dari produk yang anda gunakan, baik tingkat keamanan ataupun tingkat kemungkinan menyebabkan alergi atau iritasi, kepada dokter pribadi anda.
Share:

Pakai Tabir Surya Jangan Sembarangan, Ini Tips nya

Tanpa kita sadari, kebiasaan membiarkan kulit terjemur sinar matahari bisa menjadi penyebab kulit, terutama kulit wajah, rusak dan ber-resiko terkena masalah seperti salah satunya penuaan dini.

Penyebabnya adalah radiasi sinar UV A dan UV B yang terdapat pada sinar matahari.

Oleh karena itulah, menggunakan tabir surya dengan kandungan Sun Protection Factor atau SPF menjadi suatu kewajiban untuk anda yang mau tidak mau harus berada atau beraktivitas dibawah sinar matahari.

Baca juga, praktis, produk ini bisa menggantikan make up remover

Tabir Surya

Tips Menggunakan Tabir Surya

Sebenarnya, tubuh kita memerlukan sinar UV B dari matahari. Karena sinar UV B membantu tubuh membentuk vitamin D di lapisan kulit kita.

Namun, jika tubuh terpapar sinar UV B terlalu lama, efeknya justru menjadi kurang baik, kulit menjadi terlihat kusam, kering terbakar, bahkan ber-resiko meningkatkan kemungkinan terkena kanker kulit melanoma.

Dan meskipun tidak mencapai 100% jaminan terlindungi, menggunakan tabir surya bisa mengurangi resiko buruk yang mungkin timbul karena sinar matahari. Tentunya dengan catatan tabir surya yang anda gunakan mengandung SPF dengan nilai yang mencukupi.

Produk tabir surya atau produk lotion ber-SPF yang masuk kategori cukup, adalah produk dengan kandungan SPF minimal 24, karena diyakini memiliki tingkat perlindungan kulit dari resiko efek sinar matahari hingga 97%, bahkan bisa lebih baik lagi jika produk tersebut juga bisa melindungi kulit dari sinar UV A.

Untuk perlindungan terbaik, pilihlah produk tabir surya yang tahan air. Sehingga meskipun anda berkeringat atau saat berenang, tabir surya yang anda gunakan tidak hilang atau terbasuh oleh air atau keringat.

Baca juga, ulasan RJ Daily Moisturizer SPF 38 with Aloe Vera

Tips Menggunakan Tabir Surya

Untuk anda yang selalu rutin menggunakan produk tabir surya, apakah anda yakin jika produk yang anda gunakan sudah cukup melindungi anda dari efek buruk sinar matahari ?

Ada beberapa tips yang rasanya perlu untuk diketahui agar kita lebih yakin telah sepenuhnya melindungi kulit dari radiasi UV A dan UV B, yaitu

  1. Pastikan anda mengocok kemasan tabir surya terlebih dahulu sebelum digunakan. Terutama produk yang jarang dipakai, beberapa jenis kandungan dalam produk tabir surya tersebut sangat mungkin mengendap atau terpisah dari bahan lainnya.

    Oleh karena itu, mengocok kemasan tabir surya bertujuan untuk memastikan seluruh komposisi tercampur rata.

  2. Berikan waktu yang mencukupi agar produk tabir surya yang kita gunakan meresap kedalam kulit sebelum kulit terkena sinar matahari.

    Jeda menggunakan tabir surya yang disarankan adalah 30 menit sebelum kita beraktivitas di luar ruangan

  3. Untuk memastikan kulit tetap terlindungi, sebaiknya kembali gunakan tabir surya setelah 2 jam berada di luar ruangan, atau gunakan kembali segera setelah anda berenang atau berkeringat.

    Jika memungkinkan, ambil waktu berlindung atau berteduh jika sinar matahari dirasa sangat terik. Atau tambah perlindungan kulit dengan menggunakan topi, payung, atau jaket.
Share:

Rahasia Mengecilkan Ukuran Pinggul Besar Yang Tidak Sesuai Dengan Tubuh

Ada sebagian perempuan yang memiliki ukuran pinggul yang besar.

Memiliki ukuran pinggul besar sebenarnya bisa membuat anda terlihat seksi, namun juga bisa menjadi masalah jika ukuran pinggul tidak sesuai dengan ukuran badan yang relatif kurus atau langsing.

Kondisi demikian lah yang seringkali membuat si pemilik pinggul besar tersebut menjadi kurang percaya diri, akibat ukuran pinggul yang dirasa atau terlihat kurang proporsional dengan ukuran tubuh.

Kenapa hal tersebut bisa terjadi ? dan bagaimana cara mengecilkan ukuran pinggul ? atau dapatkah ukuran pinggul yang terlihat besar kita kecilkan ?

Cara Mengecilkan Ukuran Pinggul

Cara Mengecilkan Ukuran Pinggul

Ada 2 faktor yang bisa menyebabkan ukuran pinggul terlihat lebih besar atau berisi.

Yang pertama adalah faktor genetik, atau bawaan.

Ukuran pinggul yang besar karena faktor genetik tentu saja dapat dikatakan mustahil untuk di ubah, kecuali melalui jalan operasi.

Sementara faktor penyebab yang ke dua adalah adanya timbunan lemak berlebih di area pinggul, yang kemudian menyebabkan pinggul menjadi terlihat membesar.

Hal ini sangat umum dialami terutama oleh mereka yang jarang sekali berolahraga, kurang bergerak, terlalu banyak duduk, dan terlalu banyak mengkonsumsi camilan tidak sehat atau makanan yang tinggi kalori.

Jika yang anda alami adalah ukuran pinggul besar yang disebabkan karena masalah timbunan lemak, maka anda bisa mengatasinya dengan menjalankan pola hidup sehat.

Silahkan baca,
  1. Tips Memaksimalkan Hasil Diet Karbohidrat, dan
  2. Rahasia Sederhana Agar Diet Lebih Efektif

Selain menjalankan program diet, anda juga disarankan untuk rutin berolahraga. Lakukan jenis olahraga yang mudah untuk anda lakukan, minimal 3 kali dalam satu minggu, seperti contohnya jogging, berenang, atau bersepeda.

Perbanyak juga melangkah setiap harinya, kurangi waktu duduk atau bersantai, serta hindari konsumsi makanan yang tidak sehat.
Share:

5 Tips Cara Mengatasi Rambut Rontok Berlebihan

Rambut yang terlihat indah dan sehat dapat menunjang penampilan seorang perempuan. Makanya, tidak salah jika kita merasa khawatir saat men...

Paling Baru