Waspada, Jangan Abaikan Perubahan Suhu Tubuh

Suhu tubuh normal seseorang, bisa berubah naik dan turun secara berkala sepanjang hari, dengan tingkat derajat suhu di kisaran 36 - 37 derajat celcius.

Aktifitas yang dilakukan, kelembaban lokasi, serta suhu cuaca, bisa menjadi penyebab naik dan turunnya suhu tubuh seseorang, selain siklus ovulasi pada perempuan.

Artinya, merupakan hal yang normal jika anda merasa suhu tubuh anda berubah lebih dingin atau lebih panas dari beberapa saat sebelumnya. Namun, jika saat diukur anda mendapatkan perubahan suhu badan yang berubah terlalu drastis, maka anda perlu mewaspadai kemungkinan hipotermia atau hipertermia.

Waspadai Suhu Tubuh Naik Turun

Suhu Tubuh Naik Turun

Ada 2 kondisi perubahan suhu tubuh yang dapat dikategorikan tidak normal, bahkan bukan tidak mungkin dapat membahayakan jiwa, yaitu
  • Hipotermia

  • Hipotermia adalah kondisi dimana suhu tubuh turun jauh hingga titik normal ter-rendah.

    Penyebabnya bisa saja kondisi cuaca yang terlalu dingin dan tubuh tidak memiliki cukup pertahanan untuk menangkal udara dingin tersebut.

    Hipotermia biasanya ditandai dengan tubuh yang menggigil, tarikan napas yang pelan, suara bicara yang kurang jelas, hingga hilangnya kesadaran. Pada bayi, kondisi hipotermia bisa ditandai dengan berubahnya kulit bayi menjadi kemerahan dan terasa dingin.

    Hipotermia dapat mengancam jiwa, karena pada kondisi suhu tubuh terlalu dingin, akan terjadi pelambatan kerja syaraf, fungsi jantung, dan organ pernapasan. Sehingga orang yang mengalami hipotermia wajib segera mendapatkan pertolongan medis setelah sebelumnya mendapatkan tindakan penanganan darurat seperti diberikan baju atau selimut tebal dan minuman hangat.

  • Hipertermia

  • Berbeda dengan hipotermia, hipertermia adalah naiknya suhu tubuh secara ekstrim, dan biasa dinamai dengan istilah demam tinggi.

    Pada kondisi demam biasa, tubuh masih mampu mengontrol naiknya suhu. Namun pada kondisi hipertermia, suhu tubuh naik melebihi batas normal yang jika berlangsung terlalu lama, akan rentan menyebabkan dehidrasi dan gangguan pada otak secara permanen.

    Anda wajib mewaspadai hipertermia jika mengalami peningkatan suhu tubuh yang tidak turun walau sudah mendapatkan obat penurun panas.

Naik ataupun turunnya suhu diluar ambang normal dapat memberikan efek yang berbahaya bagi tubuh. Oleh karena itulah anda sewajibnya tidak mengabaikan terjadinya perubahan suhu tubuh, serta selalu sediakan termometer untuk berjaga jaga dan membantu membuat anda lebih waspada menghadapi kondisi darurat.
Share:

5 Tips Cara Mengatasi Rambut Rontok Berlebihan

Rambut yang terlihat indah dan sehat dapat menunjang penampilan seorang perempuan. Makanya, tidak salah jika kita merasa khawatir saat men...

Paling Baru